Trend Snack Generasi Milenial

Sudah tahukan siapa yang termasuk dalam generasi milenial? Itu lho mereka generasi muda yang terlahir antara tahun 1980an sampai 2000. Generasi milenial juga sering dikenal sebagai generasi Y. Sebelum generasi ini terdapat generasi baby boomers dan X.

Saat ini, penduduk Indonesia sendiri didominasi oleh generasi milenial. Kepala Badan Pusat Statistik Kecuk Suhariyanto menyatakan pada tahun 2018 Indonesia memiliki 181 juta penduduk usia produktif yang berusia 15-64 tahun. Dari seluruh penduduk usia produktif ini, separuhnya adalah generasi milenial. Selain itu, menurut Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappernas) melaporkan Indonesia memiliki penduduk usia muda yang besar yaitu 90 juta milenial (berusia 20-34 tahun).

Kaum milenial adalah generasi unik yang lahir dan tumbuh di tengah perkembangan teknologi. Tidak heran jika kaum ini dikenal sebagai generasi yang melek digital atau teknologi. Generasi milenial tentu memiliki sifat yang berbeda dari generasi sebelum-sebelumnya. Selain lebih melek digital, kelompok ini memiliki sifat terbuka dan mudah menerima hal-hal baru, termasuk soal makanan ringan atau snack. Karena pola hidup yang sibuk & multi tasking mereka sering menjadikan kegiatan mengemil (Snacking) sebagai pelepas kepenatan maupun sekedar memperbaiki mood di saat bekerja. Bahkan ada yang   menjadikan snack sebagai pilihan santapan saat mereka sibuk. Ini wajar saja, Karena banyak snack yang juga sangat cocok untuk disantap dengan makanan kuliner lain. Misalnya, kerupuk dengan mie ayam, pilus dengan bakso, emping dengan soto dan masih banyak lagi.

Welch’s Global Ingredients Group yang mengadakan survei dengan Surveygoo menemukan bahwa 92 persen generasi millenial lebih memilih camilan ketimbang sarapan pagi, makan siang atau makan malam. Dan rata – rata mereka mengemil snack setidaknya satu kali seminggu. Survei terbaru juga mengatakan bahwa konsumen antara usia 18 hingga 35 tahun semakin tertarik pada pola diet dengan mengurangi jumlah asupan makanan sehari2x,  serta camilan dibandingkan dengan makanan berat lengkap.

Meski memiliki sifat mudah menerima aneka makanan yang baru & unik, tidak berarti mereka bisa menerima apa saja yang ditawarkan. Milenial juga memiliki sifat khusus & kritis terhadap makanan, termasuk saat memilih snack. Mereka memiliki berbagai pertimbangan sebelum menentukan snack yang akan mereka konsumsi. Apa saja pertimbangan yang kaum milenial dalam memilih snack? Berikut beberapa di antaranya :

1. Higienitas Snack

Faktor higienitas menjadi hal yang sangat diperhatikan dan penting bagi para milenial ini. Makanan higienis artinya makanan tidak mengandung kuman penyakit yang bisa membahayakan kesehatan. Makanan higenis juga salah satu syarat makanan sehat. Milenial akan lebih selektif memilih kualitas snack, mulai dari proses pengolahan, cara penyajian snack bahkan sampai bagaimana mereka menikmatinya.

2. Melek terhadap Kandungan Gizi

Milenial adalah generasi yang khawatir akan kesehatan dan berat badan. Sebagai generasi yang paling sadar akan kesehatan dalam waktu yang lama, mereka peduli dengan apa yang mereka konsumsi. Sejak lama snack disebut-sebut sebagai cara untuk menurunkan berat badan dibandingkan harus mengkonsumsi makanan berat setiap hari. Sehingga tidak heran jika generasi ini menyukai dengan cemilan snack ini. Oleh karenanya mereka akan mencermati kandungan gizi pada snack. Mereka akan mencari tahu apakah kandungan asupan ada dalam suatu snack dapat memenuhi kebutuhan tubuh , mulai dari kandungan karbohidrat, protein hingga lemak .

3. Tampilan & Bentuk Kemasan

Kegiatan ngemil (snacking) identik dengan  rasa senang (setidaknya perbaikan mood). Perbaikan mood ini dimulai sejak konsumen pertama kali melihat desain kemasan dan tampilan luar dari suatu produk snack. Demikian juga dengan generasi milenial. Selain mencari snack dengan rasa yang  menarik milenial juga akan mempertimbangkan tampilan snack seperti warna dan bentuk kemasan. Namanya juga milenial, belum afdol kalau belum menguploadnya di media sosial. Paduan warna & desain kemasan yang menarik, bentuk & rasa yang unik bisa membuat para milenial tidak segan untuk mempostingnya pada media sosial masing masing. Begitu pula dengan desain bentuk yang berbeda atau aneh menjadi pilihan para milenial. Hal tersebut dapat menjadikan snack diburu para milenial ini.

Demikianlah beberapa artikel kali ini yang membahas tentang pola snacking kaum milenial. Semoga pada kesempatan yang lain, admin akan membagikan hal – hal yang tak kalah menariknya terkait dengan produk snack. Sampai berjumpa di artikel berikutnya.