fbpx

Tahukah Anda? Asal Mula Nata De Coco

Asal Mula Nata De Coco?

Tahukah Anda? Asal Mula Nata De Coco. Pastilah kita bertanya-tanya tentang bagaimana bisa terjadi nata de coco itu sendiri. Minuman seperti jeli yang berasal dari air kelapa ini, pastinya bikin kita penasaran. Asal Mulanya nata de coco ini ditemukan di Filipina, Negara Asia tenggara  yang memiliki 7.641 Pulau. Semenjak penjajahan Spanyol Masyarakat Filipina diajarkan dalam bercocok tanam yang salah satunya adalah budidaya nata de coco. Makanan ini merupakan hasil dari fermentasi air kelapa. Kata “nata” bermula dari bahasa Spanyol yang berarti “krim”. Nata diartikan ke bahasa Latin sebagai “nature” yang artinya terapung-apung. Nata bisa dibuat dari air kelapa, tebu dan sari buah. Saat ini, Filipina menjadi penghasil nata terbaik di Dunia. Nata de coco dari Filipina banyak diekspor ke Jepang.

Apa itu Nata De coco?

Nata de coco merupakan olahan makanan yang dibuat dari air kelapa yang mengalami proses fermentasi dengan melibatkan bakteri Acetobacter xylinum, sehingga membentuk kumpulan biomassa yang terdiri dari selulosa dan memiliki bentuk kenyal, berwarna putih bening seperti kolang-kaling yang sering dikenal sebagai kolang-kaling imitasi. Di Negara Indonesia, nata de coco mulanya dicoba pada tahun 1973 dan mulai dikenalkan di tahun 1975. Namun setelah berselang beberapa tahun, nata de coco mulai dikenal luas di pasaran pada tahun 1981.

 

 

Kelapa Gading Nata Drink Rasa Es Teller

 

Proses Pembuatan ?

Mulanya di Indonesia, industri pengolahan nata dimulai di tingkat usaha rumah tangga (home industry) dengan menggunakan sari buah nanas sebagai bahan baku dari produk tersebut, sehingga produknya disebut sebagai nata de pina. Seperti pada dasarnya usaha buah-buahan musiman lainnya, keberlangsungan produksi nata de pina terhambat dengan kendala sifat musiman tanaman nanas. Makanya produksi nata de pina tidak bisa dilakukan sepanjang tahun.

Air kelapa mesti ditampung dari berbagai sumber. Penampungan Air Kelapa dapat memberikan jaminan persediaan air kelapa yang baik dan terjadinya proses air kelapa menjadi basi. Proses dalam pembasian air kelapa ini memberikan dampak yang baik karena air kelapa secara alami terkontaminasi oleh bakteri asam cuka dan fermentasi awal terjadi dan berakibat turunnya pH air kelapa. Penurunan pH tersebut dari segi teknis sangat menguntungkan karena pada proses pembuatan nata de coco justru pH harus diturunkan sampai air kelapa hasil pendidihan mencapai 3-4, dengan cara menambah asam cuka.

Proses pembasian ini tidak mempunyai efek yang signifikan pada kualitas air kelapa terkecuali jika fermentasi awal berlangsung lama (berlanjut) sehingga kadar gula air kelapa makin tipis dan pada akhirnya air kelapa dapat busuk karena bakteri pembusukan mengambil alih proses dekomposisi lanjut. Oleh sebab itu harus dihindari pembasian air kelapa yang lama. Lamanya penyimpanan air kelapa sebaiknya tidak lebih lama dari 4 hari.

Khasiat nya Untuk Kesehatan ?

Nata de coco merupakan salah satu produk olahan air kelapa yang memiliki kandungan serat tinggi dan kandungan kalori rendah sehingga memiliki daya sehat yang tinggi. Cocok untuk makanan diet karena dapat melancarkan sistim pencernaan serta tidak mengandung kolesterol sehingga poluler di kalangan masyarakat yang memiliki perhatian pada kesehatan. Nata de coco tidak hanya mempunyai pasar domestik tetapi juga pasar ekspor terutama Eropa, Jepang, Amerika Serikat dan negara-negara Timur Tengah. Tahukah Anda? Asal Mula Nata De Coco