5 Tips Membuka Usaha Makanan Ringan Untuk Pemula Agar Profitable

Berbicara tentang dinamika usaha memang tiada habis – habisnya. Kali ini kita akan membahas usaha makanan ringan. Layaknya usaha di bidang lainnya, sebuah usaha memang tidak mudah, butuh kesabaran dan ketelatenan. Karena bagaimanapun menjadi seorang pengusaha akan lebih beresiko dibandingkan dengan  menjalani profesi bekerja sebagai karyawan, khususnya dalam hal penghasilan bulanan yang tak menentu.

Namun meskipun beresiko, bila memang Anda memiliki usaha yang sudah cocok dan berhasil dijalankan, bukan tidak mungkin kalau penghasilan bulanan Anda jauh lebih besar dibandingkan para karyawan yang bekerja di kantor. Sayangnya, kendala bagi para calon entrepreneur maupun pengusaha pemula  adalah menentukan bidang usaha yang cocok.

Bila Anda juga merupakan seorang pemula dan masih mempertimbangkan ingin melakukan usaha apa, bagaimana bila mencoba? Anda bisa mempertimbangkan usaha makanan ringan, bisa dipilih mau jadi produsen atau distributor makanan ringan. Namun tentunya untuk menjalankan usaha tersebut harus ada persiapan terlebih dahulu.

Berikut ini adalah 5 tips membuka usaha makanan ringan untuk pemula agar profitable sebelum anda mulai berkecimpung di bidang usaha makanan ringan  ini :

Tetapkan segmen produk yang akan dijual

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan produk yang akan dijual. Dalam proses penentuan segmen produk makanan ringan, Anda harus berhati-hati ya! Jangan sampai makanan ringan yang dijual hanya bisa dinikmati oleh sebagian orang. Carilah produk makanan ringan yang memang bisa dikonsumsi siapa saja. Misalnya seperti roti bakar, keripik, atau kacang mete. Intinya , tentukan segmen konsumen yang menjadi target pasar produk anda nantinya di usaha makanan ringan ini.

Kreatifitas dalam menghasilkan banyak varian yangmenarik

Tahu nggak sih, sekarang ini banyak sekali anak muda yang mulai masuk ke dalam usaha makanan ringan? Mereka tidak segan segan melakukan inovasi pada produk-produk yang sudah ada. Misalnya saja gurilem, bila yang sebelumnya identik dengan rasa manis agak pedas maka sekarang sudah ada inovasi rasa yang dibuat menjadi gurilem rasa balado, rasa green tea dan varian rasa lainnya.

Atau ada juga yang membuat varian rasa namun dalam hal tingkat kepedasan, seperti Ma Icih. Anda pastinya sudah tidak asing bukan dengan keripik pedas tersebut? Ma icih identik dengan keripiki rasa pedas, namun bisa dinikmati semua kalangan karena ada level atau tingkat kepedasan. Jadi, bagi yang tidak terlalu suka pedas bisa memilih level paling rendah.

Berikan sampel dan dengarkan masukan dari konsumen

Saat memulai usaha makanan ringan, Anda tentunya tidak langsung akan mendapatkan pembeli dalam jumlah yang fantastis. Perlu ada proses yang harus dilalui untuk memperkenalkan produk. Salah satu cara pengenalannya bisa dengan memberikan sampel gratis. Untuk pemberian sampel mungkin bisa dimulai dari orang-orang terdekat Anda.

Saat memberikan sampel produk, jangan sungkan juga untuk menerima masukan dan berlapang dada bila diberi masukan. Misal mengenai rasanya, apakah terlalu pedas atau terlalu manis. Masukan-masukan tersebut bisa membantu dalam pengembangan produk kedepannya.

Hipnotis pembeli lewat kemasan

Dari mata turun ke hati. Kemasan ibaratkan sebuah pakaian dari makanan tersebut. Ini bisa membuat pembeli merasa tertarik bahkan sebelum ia mencoba produknya. Usaha makanan ringan makin kesini memang makin mengandalkan kreatifitas untuk menarik perhatian para pembeli, sehingga selain cita rasanya , kemasan luar juga menjadi penilaian bagi konsumen dalam menentukan pilihan.

Jangan pisahkan antara promosi dan komunikasi

Bila baru memulai usaha dalam bisnis makanan ringan, Anda harus bisa menggencarkan strategi promosi dan komunikasi dengan para pembeli. Ingat, promosi dan komunikasi ya! Artinya jangan hanya promosi saja tanpa ada komunikasi dengan pembeli.

Misal, Anda melakukan promosi lewat media sosial seperti facebook. Buatlah iklan promosi semenarik mungkin baik dari segi gambar maupun bahasa tulisannya. Hipnotis para calon pembeli lewat iklan promosi yang Anda buat. Bagaimana cara menjadikan iklan lebih menarik? Cobalah buat kata-kata pembuka yang membuat orang penasaran, misal “SPESIAL PROMO BUY 1, GET 1!” atau “JANGAN BACA SAMPAI BAWAH!” atau “JANGAN BELI NANTI KETAGIHAN” dan yang lainnya.

Setelah Anda membuat konten dan mengiklankannya, lalu tidak lama Anda mendapatkan respon pertanyaan yang berkaitan dengan produk tersebut maka langkah selanjutnya adalah menjawab pertanyaan dan menjalin komunikasi.

Komunikasi yang baik bisa membuat calon pembeli memutuskan untuk membeli produk Anda, kemudian bila memang ia merasa suka dengan produk tersebut, ia bisa menjadi pelanggan tetap.

Itulah 5 tips membuka usaha makanan ringan untuk pemula agar profitable yang bisa Anda terapkan. Sebagai seorang pemula, Anda jangan terlalu terburu-buru ya, lakukan perlahan namun dengan benar. Jangan mudah merasa bosan juga dengan usaha Anda, karena tidak jarang pemula yang bosan dengan proses yang panjang dan berliku sehingga malah tidak berhasil mencapai kesuksesan di bidang usaha makanan ringan ini. Dan tentu saja tidak lupa berdoa padaNya agar sentiasa diridhoi dalam setiap langkah kita. ORA ET LABORA